Vaksinasi Pada Anjing dan Kucing

Vaksinasi merupakan upaya untuk mendapatkan kekebalan agar tubuh menjadi kebal terhadap serangan penyakit yang disebabkan oleh virus atau bakteri. Vaksin adalah mikroorganisme hidup berupa virus atau bakteri yang telah dilemahkan atau dimatikan melalui suatu proses khusus. Tubuh hewan kesayangan akan membentuk zat kebal (antibodi) setelah divaksinasi, sehingga dapat melawan virus atau bakteri yang menginfeksinya. Zat kebal tersebut akan menurun kadarnya dalam jangka waktu tertentu, sehingga perlu dilakukan vaksinasi ulang agar kadar zat kebal dalam tubuh selalu terjaga.

Sebelum dilakukan vaksinasi, wajib dilakukan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan feses terhadap parasit. Anjing dan kucing harus dalam keadaan sehat dan bebas dari cacing ketika dilakukan vaksinasi. Anjing dan kucing yang dalam keadaan demam, nafsu makan berkurang, mukosa hidung kering sebaiknya dilakukan penundaan vaksinasi sampai keadaannya benar-benar sehat.

Vaksinasi pertama pada anjing sebaiknya dilakukan pada umur 6-8 minggu dengan memberikan kekebalan terhadap penyakit parvovirus anjing. Vaksinasi kedua dilakukan pada umur 8-10 minggu dengan memberikan kekebalan terhadap penyakit distemper, hepatitis, parvovirus, parainfluenza. Pada umur 10-12 minggu dilakukan vaksinasi ketiga terhadap penyakit distemper, hepatitis, parvovirus, parainfluenza, dan leptospira. Vaksinasi keempat dilakukan pada umur 12-16 terhadap penyakit distemper, hepatitis, parvovirus, parainfluenza, leptospira dan rabies. Setelah anjing mendapatkan vaksinasi lengkap, vaksinasi ulang dilakukan setiap satu tahun.

Vaksinasi pada kucing pertama dilakukan saat umurnya 8 minggu terhadap penyakit panleukopenia, calicivirus, rhinotracheitis. Pada umur 12 minggu dilakukan vaksinasi ulangan terhadap penyakit yang sama. Kemudian pada umur 14 minggu dilakukan vaksinasi terhadap penyakit rabies. Sama halnya seperti pada anjing, vaksinasi ulang dilakukan setiap satu tahun.